Aktivitas Positif setelah UN

Alhamdulillah, saya bisa kembali meng-update blog ini lagi. Dengan alasan fokus UN, saya ‘mengistirahatkan’ blog ini, he he๐Ÿ™‚
Dulu, waktu persiapan menghadapi UN, teman-teman saya pada bingung mencari bimbel ke sana – ke mari (kalau saya terbiasa belajar sendiri). Nah, setelah UN selesai, mereka (termasuk saya) kebingungan mengisi waktu senggang. Banyak yang mengeluh,” Ngapain setelah UN?”.
Pada kesempatan ini saya memberikan beberapa saran untuk mengisi ‘waktu yang berlimpah-ruah’ daripada percuma terbuang sia-sia. Tapi, saya hanya menyarankan kegiatan yang positif saja.
1. Membantu pekerjaan orang tua
Dengan alasan ‘fokus’ UN (alasan yang mungkin dibuat-buat), banyak dari kita yang tidak mau membantu pekerjaan orang tua. Sekarang saatnya untuk membantu mereka. Tapi, bagi orang yang suka ngelesZ, masih punya seribu alasan lain untuk menghindar.
2. Belajar materi pelajaran dan latihan soal-soal
“Kita kan sudah selesai ujian, untuk apa kita belajar?”
“Kita HARUS refreshing, kita bisa stress jika terlalu banyak belajar!”
Kedua pernyataan itu mungkin alasan kuat yang membuat kebanyakan kita ‘alergi’ melihat buku pelajaran. Tapi, ingat, untuk bisa menjadi orang sukses dibutuhkan kerja keras. Khususon kelas XII dalam antisipasi menghadapi SBMPTN. Saya tegaskan, orang tidak akan pernah rugi karena belajar!
3. Liburan
Ini mungkin yang paling sering dijadikan pilihan untuk mengisi waktu belajar. Apakah salah? Tidak! Kita memang butuh refreshing. Tapi jangan berlebihan. Ingat poin ke-2.
Saya pribadi bisa berwisata ke kebun belakang rumah atau sawah terdekat. Pemandangannya masih sip, ya mirip-mirip dengan yang di ‘jejak petualang trans7’. Yang tinggal di kota jangan sirik ya,…
4. Blogging
Anak muda sekarang banyak yang ‘kecanduan’ sama yang namanya facebook dan twitter. Kebanyakan mereka cuma komen-komenan yang GeJe atau update status alay, hanya membuang-buang waktu. Mending kita blogging. Dengan blogging banyak hal positif yang akan kita dapat seperti: bisa saling berbagi ilmu, info dan wawasan; mencari teman ‘bermutu’; belajar menulis yang baik; dll.
Hanya itu yang dapat saya sarankan untuk mengisi waktu setelah UN. Anda punya saran lain??

Categories: Pendidikan, Terbaru | 1 Komentar

Harus Pandai dan Berakhlak

“Belajarlah yang rajin biar nanti jadi anak yang pandai sehingga bisa bermanfaat bagi seluruh umat!”
Kiranya kata-kata seperti ini yang sering saya dengar. Apa lagi aku sudah kelas 12 SMA!
Tidak ada yang salah dari perkataan di atas. Namun ada satu hal yang perlu dianalisa. Selama ini, kita mungkin sudah terdoktrin dengan rumus:
|rajin belajar => pandai => bermanfaat|
Mari kita cermati bersama rumus di atas. Anak yang rajin => anak yang pandai, ini 99,99999% benar. Anak yang pandai => orang yang bermanfaat. Kalau ini tingkat kebenarannya cuma 50%! Mengapa?
Ilmu dapat diumpamakan sebagai produk teknologi (dalam hal ini saya umpamakan alat pemotong). Alat pemotong ini selain bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat juga bisa digunakan untuk hal-hal yang merusak. Contoh, silet bisa digunakan untuk mencukur kumis dan membunuh.
Ilmu yang makin tinggi dapat diumpamakan sebagai alat pemotong berteknologi makin modern. Saya akan ilustrasikan 2 tokoh, si A dan si B. Si A memiliki sebilah pisau (teknologi masih rendah = ilmunya masih rendah). Jika ia baik, ia hanya bisa bermanfaat bagi beberapa orang. Misal ia gunakan pisau itu untuk mengiris bawang merah, menguliti kambing, memotong kayu bakar, dan sebagainya. Sebaliknya, jika ia ingin melakukan kejahatan, hanya beberapa orang yang dirugikan. Misal ia menggunakan pisaunya untuk mencuri dan membunuh.
Si B punya alat pemotong laser (teknologi tinggi => ilmunya tinggi), semua benda yang dilalui sinar laser ini akan terpotong. Jika si B baik, ia bisa memberikan manfaat bagi seluruh umat. Misal ia gunakan alat itu untuk mempercepat berbagai macam produksi. Namun, jika ia jahat, ia bisa menumbangkan tugu monas, menara petronas, bahkan membinasakan umat.
Jadi, orang pandai itu selain bisa memberikan manfaat yang besar, mungkin saja malah menghancurkan kehidupan suatu negara.
Lihat saja nasib negara kita yang dikhianati oleh anak-anak emasnya (baca: koruptor). Andai saja mereka menjadi orang yang baik, bukan hal yang mustahil negara kita menjadi negara superpower menggantikan AS.
Penulis punya optimisme yang tinggi pada masa depan bangsa kita. Sewaktu saya mengikuti OSN 2012, tumbuhlah harapan menatap masa depan. Di sana, berkumpul generasi muda berotak encer terbaik dibidangnya, dari seluruh Indonesia. Saya membayangkan betapa “……”* bangsa dan negara Indonesia jika kelak mereka tumbuh dengan akhlak yang mulia.
Semoga!

Categories: opini, Pendidikan, Terbaru | Tags: | Tinggalkan komentar

Tukar link

Bagi sahabat blogger yang ingin bertukar link dengan blog ini, cukup tulis komentar di bawah. Blog Anda akan ditampilkan sebagai link tulisan di halaman link sahabat.

Categories: Terbaru, tukar link | Tags: | 15 Komentar

Dialog Seorang Muslim Taat dengan Seorang Nasrani di akhir Tahun

Ini adalah tulisan asli saya yang pertama di blog ini. Artikel yang telah terbit sebelumnya adalah hasil editan, merangkum, ada pula yang ngopas ( maklum lah masih pemula).
Baiklah langsung saja kita kembali ke laptop ( bisa juga komputer atau handphone Anda).
Ada dua pemuda yang bersahabat walaupun mereka berbeda keyakinan.
Nasrani : “Hari ini hari natal, tapi mengapa kau tidak mengucapkan selamat Natal kepada saya?”
Muslim : “Islam melarang hal itu.”
Nasrani : “Mengapa? Katamu Islam itu menjunjung tinggi kerukunan beragama?”
Muslim : “Ya, tapi hanya terbatas untuk hal-hal yang sifatnya sosial. Kalau sudah menyangkut keyakinan (aqidah), misal ikut menunaikan ibadah agama lain, Agamaku sangat tegas melarang.”
Nasrani : emmm,… Kayaknya semua agama juga gitu. Menurutku kalau cuma ngucapin selamat Natal, gak masalah. Kan cuma kata-kata biasa. Hitung-hitung mempererat kerukunan.”
Muslim : “Maukah kamu mengucapkan dua kalimat syahadat?”
Nasrani : “Pertanyaanmu itu benar-benar konyol! jelas aku tidak mau! Agamaku tegas melarangnya!”
Muslim : “Lhoh,… Kan cuma kata-kata ‘biasa’.”
Nasrani : “Sama saja kamu menyuruhku mempercayai agamamu!
Muslim : “Tuh kan baru nyadar,….”
Nasrani : “Kamu benar, Sob. Sorry ya,…”
Muslim : “Sama-sama, Sob,….”

Pesan untuk kaum muslim : Toleransi itu ada batasnya, jangan sampai kalian kehilangan aqidah kalian.
Pesan untuk kaum Nasrani : Jika ada umat Islam yang tidak mau mengucapkan selamat Natal atau selamat Tahun Baru, bukan berarti mereka membenci kalian. Mereka hanya ingin menjaga agamanya. Jika kalian meminta atau bahkan memaksa teman-teman kalian yang muslim untuk mengucapkan selamat Natal, berarti kalian telah melanggar ketetuntuan toleransi beragama karena MENGGANGGU aqidah mereka. Coba bayangkan jika hal sebaliknya terjadi. Relakah kalian? Maukah kalian?
Keep in peace!

Categories: Do you know?, opini, Pendidikan, Terbaru | Tags: , | 13 Komentar

Takwa, Ciri Muslim Cerdas dan Berakal

Di manapun dan kapanpun berada, kening kita bersujud di hadpan Allah

Senin, 10 Desember 2012

MODERNITAS selalu mengidentikkan akal dengan anti Tuhan. Tidak disebut orang berakal jika masih menyembah Tuhan, itulah kesimpulan Auguste Comte dengan konstruk logika positivisme-nya. Bahkan, menurut Comte, orang atau masyarakat yang masih meyakini Tuhan, termasuk manusia primitif. Manusia yang paling maju adalah manusia modern yang meninggalkan Tuhan.

Jika ditinjau dari aspek historis, pernyataan Comte itu relevan untuk diri dan orang sezamannya. Namun logika Comte itu sama sekali tidak berguna dan tak laku bagi umat Islam, kapan dan di manapun di seluruh dunia ini. Sayangnya, logika rusak ini justru menjadi materi pelajaran sosiologi dan filsafat ilmu di kalangan siswa dan mahasiswa, maka tidak sedikit Muslim modern yang juga salah pandang terhadap arti kemajuan dan modernitas.

***

Dunia hari ini memandang kemajuan itu dari aspek materi, berupa teknologi dan materi. Sering kita mendengar bahwa orang yang belum tahu gadget terbaru, game terbaru, pakaian terbaru, atau mobil baru, disebut sebagai ketinggalan zaman. Padahal, perkembangan teknologi itu tidak akan pernah berhenti. Akan selalu ada produk terbaru setiap tahun, bahkan mungkin pertriwulan. Jangankan hand phone, produk mobil saja setahun bisa muncul lebih dari tiga jenis mobil varian terbaru.

Konsekuensi dari banyaknya produk baru, meniscayakan iklan besar-besaran. Akhirnya, tidak bisa kita pungkiri, banyak umat Islam yang mau tidak mau harus mengkonsumsi iklan produk-produk baru, hampir setiap kali mereka melihat komputer, tablet, koran, bahkan SMS. Akibatnya jelas, cepat atau lambat, pola berpikir konsumtif pun merajalela. Sering orang bekerja mati-matian untuk membeli hp keluaran terbaru. Bahkan, ada seorang gadis yang rela menjual tubuhnya untuk bisa membeli hp tercanggih di negeri ini.

Bagi Muslim yang berkecukupan bahkan berlebih, sebagian sudah melupakan saudaranya yang membutuhkan. Mereka sibuk mengoleksi benda-benda, mulai dari baju, sepatu, hp, bahkan sampai peralatan mewah yang super mahal. Semua itu menjadi kebanggaan, pemelihara gengsi, dan pengangkat derajat dalam pergaulan. Akhirnya, orang berlomba-lomba mencari kekayaan dan menumpuk-numpuk harta.

Mereka masih tetap Muslim, tetapi pola pikir mereka sudah keliru. Seorang Muslim, mestinya mencari akhirat tanpa lupa dunia (QS. 28: 77). Sekarang, situasinya berbeda, orang mengejar dunia dengan tidak lupa akhirat, bahkan ada yang melupakan akhirat demi dunia. Jelas ini pola pikir yang salah.

Mungkin karena pemikiran Comte yang disuapin pada generasi bangsa melalui pendidikan sosiologi atau mungkin karena kajian filsafat ilmu di perkuliahan. Atau bisa jadi, karena sebagian besar umat Islam sendiri belum sungguh-sungguh mengkaji, menggali, dan memaknai Al-Qurโ€™an secara serius, sehingga mayoritas umat Islam hari ini banyak meninggalkan ajaran agama, karena begitu cintanya terhadap kehidupan dunia.

Allah Subhanahu Wataโ€™ala jauh-jauh hari telah menegaskan kepada kita bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, menipu, dan senda gurau belaka. Artinya, umat Islam dalam menjalani kehidupan dunia ini harus menghiasi dirinya dengan sifat mulia, yakni sifat takwa.

Takwa, Cerdas

Tetapi manusia sering lalai dan cenderung tidak mau merenung. Bahkan manusia sering mementingkan hal-hal remeh dan mengabaikan hal utama, sehingga hati tidak bekerja dengan sempurna, akal terbuai, dan akhirnya sangat cinta pada kehidupan dunia. Bahkan rela menanggalkan ajaran-ajaran agama, meskipun hati nurani sangat mengerti.

ู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุญู’ุฒูู†ููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠููƒูŽุฐูู‘ุจููˆู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ุจูุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูŠูŽุฌู’ุญูŽุฏููˆู†ูŽ

โ€œDan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?.โ€ (QS. Al Maidah [6]: 32).

Pada ayat sebelumnya (QS. 6 : 31) Allah tegaskan secara gamblang perihal orang kafir yang sangat menyesali diri mereka karena telah mendustakan Allah karena sangat cinta dunia. Qatadah sebagaimana termaktub dalam tafsir Ibn Katsir menyatakan bahwa sangatlah rugi dan menyesal manusia yang mendustakan Allah karena begitu cintanya kepada kehidupan dunia, mereka itulah orang kafir.

Lebih lanjut, Ibn Abi Hatim mengatakan dari Abu Marzuq, โ€œKetika keluar dari kuburnya, orang kafir atau orang jahat itu disambut oleh sosok dalam wujud yang paling buruk lagi bau busuk. Si kafir bertanya; โ€˜Siapa kamu ini?โ€™ โ€˜Apakah kamu tidak mengenaliku?โ€™ tanya sosok itu. โ€˜Tidak, kecuali bahwa Allah telah menjadikan wajahmu buruk dan menjadikan baumu busuk,โ€™ papar si kafir itu.

Sosok itu pun menjawab, โ€˜Aku adalah amal keburukanmu, seperti inilah kamu dahulu ketika di dunia beramal yang buruk lagi busuk. Selama di dunia engkau telah menunggangiku. Maka marilah sekarang aku menunggangimu!โ€™

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa, Muslim yang mementingkan hal-hal tidak penting, dan memprioritaskan hal-hal yang tidak dibutuhkan untuk kehidupan akhiratnya, bisa termasuk manusia yang merugi dan menyesal atas segala perbuatannya selama di dunia. Dan, hanya Muslim yang bertakwa yang akan selamat dari tipu daya kehidupan dunia.

Mari kita simak kembali firman-Nya;

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃููˆุชููŠุชูู… ู…ูู‘ู† ุดูŽูŠู’ุกู ููŽู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุนูู†ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ

โ€œDan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?โ€ (QS. al-Qashah [28]: 60).

Secara umum dapat dipahami bahwa hanya Muslim yang bertakwa yang dapat menggunakan akal sehatnya dengan benar, sehingga tidak silau oleh kehidupan dunia. Ayat tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bagi Muslim yang belum bertakwa untuk benar-benar memaksimalkan fungsi akalnya, sehingga terbebas dari penyesalan tiada arti di akhirat kelak.

Jadi, takwa itu tidak identik dengan ibadah semata, takwa itu adalah buah dari (QS. 3 : 190-191). Oleh karena itu, mari kita senantiasa tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Dan, mulai sekarang kita harus memahami seruan khotib setiap Jumโ€™at untuk meningkatkan ketakwaan dengan cara meningkatkan ilmu, iman, dan amal kepada Allah SWT. Sebab takwa itu adalah akumulasi dari iman yang teguh, ilmu yang dalam, dan amal yang kuat.

Lebih eksplisit takwa itu adalah seperti yang disabdakan Nabi tentang manusia yang cerdas. Yakni manusia yang paling banyak mengingat mati, dan paling sungguh-sungguh mempersiapkan untuk menghadapinya. Jadi, takwa itu adalah kecerdasan utama. Sayangnya, belum banyak di antara kita yang benar-benar memahaminya.

Dengan demikian, manusia yang paling maju bukanlah manusia modern yang menganut paham positivisme seperti ungkapan Auguste Comte. Tetapi, manusia paling maju, paling bejo, dan paling bahagia adalah manusia yang memahami Al-Qurโ€™an dengan baik, sehingga mampu menjadi seorang Muslim yang bertakwa.

Perlu dicatat, bahwa tidak akan ada ketakwaan tanpa Al-Qurโ€™an. Maka sudah seharusnya setiap Muslim memahami dan antusias mempelajari Al-Qurโ€™an. Jika demikian, masihkah kita akan meninggalkan Al-Qurโ€™an dan meyakini pendapat manusia yang tidak beriman?

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูุชูŽุงุจุงู‹ ูููŠู‡ู ุฐููƒู’ุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?โ€ (QS. Al Anbiyaa’ [21]: 10).

Dalam ayat yang lain Allah tegaskan bahwa manusia yang paling mulia itu adalah Muslim yang paling bertakwa (QS. 49: 13). Berarti, manusia yang paling bertakwa di antara kita adalah manusia yang paling berakal (cerdas).*/Imam Nawawi
sumber: hidayatullah.com

Categories: Islami, opini, Pendidikan, Terbaru | Tags: , | 3 Komentar

Al-Qurโ€™an, Sains dan Alam Semesta

Al-Qurโ€™an, Sains dan Alam Semesta.

Categories: Islami, Pendidikan, Terbaru | Tags: | Tinggalkan komentar

10 Penemuan Tak terduga

1. Penisilin

Anda membaca ini jauh ke dalam daftar mencari penisilin, kan? Itu OK. Sebagai salah satu kecelakaan yang paling terkenal dan beruntung dari abad ke-20, penisilin milik di No 1 di daftar ini. Jika Anda telah hidup di bawah batu selama 80 tahun terakhir atau lebih, berikut adalah cara cerita populer berjalan: Alexander Fleming tidak membersihkan workstation nya sebelum pergi berlibur satu hari pada tahun 1928. Ketika ia kembali, Fleming menyadari bahwa ada jamur aneh pada beberapa budaya nya. Lebih aneh adalah bahwa bakteri tampaknya tidak berkembang di dekat budaya-budaya. Penisilin menjadi yang pertama dan masih salah satu antibiotik yang paling banyak digunakan.

2.

Daftar ini tidak akan lengkap tanpa setidaknya satu pelupa profesor. Tapi itu tidak Flubber clocking in di No 2, itu adalah hidup menyelamatkan perangkat medis. Bahwa alat pacu jantung dijahit ke dada orang yang dicintai sebenarnya terjadi karena Amerika insinyur Wilson Greatbatch merogoh kotak dan mengeluarkan hal yang salah. Memang benar. Greatbatch bekerja untuk membuat sirkuit untuk membantu merekam suara jantung yang cepat. Dia merogoh kotak untuk resistor dalam rangka untuk menyelesaikan sirkuit dan mengeluarkan sebuah resistor 1-megaohm bukannya 10.000-ohm satu. Sirkuit berdenyut selama 1,8 milidetik dan kemudian berhenti selama satu detik. Kemudian diulang. Suara itu setua manusia: detak jantung yang sempurna.

No. 3 – Mauve

ย 

Bicara tentang hubungan yang aneh – 18-tahun kimiawan William Perkin ingin mengobati malaria, melainkan upaya ilmiahnya mengubah wajah fashion selamanya dan, oh yeah, membantu melawan kanker. Bingung? Jangan. Berikut adalah bagaimana hal itu terjadi. Pada tahun 1856 Perkin sedang mencoba untuk datang dengan kina buatan. Alih-alih pengobatan malaria, percobaannya menghasilkan berantakan keruh tebal. Tapi semakin ia melihat itu, Perkin lebih melihat warna yang indah dalam kekacauan itu. Ternyata dia telah membuat pewarna sintetis pertama kalinya. Dye-Nya adalah jauh lebih baik daripada pewarna yang berasal dari alam, warna itu cerah, lebih hidup, dan tidak memudar atau mencuci keluar. Penemuannya juga berubah menjadi ilmu kimia yang menghasilkan uang – sehingga menarik untuk seluruh generasi penasaran-orang yang berpikiran. Tapi cerita ini tidak over yet. Salah satu dari orang-orang terinspirasi oleh karya Perkin adalah German bakteriologi Paul Ehrlich, yang menggunakan pewarna Perkin untuk pelopor imunologi dan kemoterapi.

No. 4 – Radioactivity

ย 

Dua kata yang Anda tidak pernah ingin mendengar kata dalam kalimat yang sama “Whoops!” dan “radioaktif.” Tapi dalam kasus penemuan mengejutkan fisikawan Henri Becquerel, itu adalah kecelakaan yang membawa radioaktivitas terhadap cahaya. Kembali pada tahun 1896 Becquerel terpesona oleh dua hal: fluoresensi alam dan sinar X-bermodel. Dia berlari serangkaian percobaan untuk melihat apakah mineral alami neon menghasilkan sinar-X setelah mereka telah ditinggalkan di bawah sinar matahari. Satu masalah – dia melakukan percobaan ini di musim dingin, dan ada satu minggu dengan panjang bentangan langit mendung. Dia meninggalkan peralatannya dibungkus bersama dalam laci dan menunggu hari yang cerah. Ketika ia kembali bekerja, Becquerel menyadari bahwa batu uranium dia tertinggal di laci telah tercetak sendiri di piring fotografi tanpa terkena sinar matahari pertama. Ada sesuatu yang sangat khusus tentang batu itu. Bekerja dengan Marie dan Pierre Curie, ia menemukan bahwa sesuatu itu radioaktivitas.

No. 5 – Plastic

ย 

Pada tahun 1907 lak digunakan sebagai isolasi dalam elektronika. Itu biaya industri pretty penny untuk mengimpor lak, yang terbuat dari kumbang Asia Tenggara, dan di rumah Leo Hendrik Baekeland kimia pikir dia mungkin menghasilkan keuntungan jika ia bisa menghasilkan alternatif lak. Sebaliknya eksperimennya menghasilkan bahan moldable yang bisa mengambil suhu tinggi tanpa distorsi. Baekeland berpikir “Bakelite” nya dapat digunakan untuk piringan hitam, tapi itu segera jelas bahwa produk memiliki ribuan kegunaan. Hari plastik, yang berasal dari bakelite, digunakan untuk segala sesuatu dari telepon ke garis pukulan film ikonik.

No. 6 – Vulcanized Rubber

ย 

Charles Goodyear telah menunggu bertahun-tahun untuk kecelakaan bahagia ketika akhirnya terjadi. Goodyear menghabiskan satu dekade mencari cara untuk membuat karet lebih mudah untuk bekerja dengan sementara tahan terhadap panas dan dingin. Tidak ada yang memiliki efek yang diinginkannya. Suatu hari ia menumpahkan campuran karet, sulfur dan mengarah ke kompor panas. Panas hangus campuran, tapi tidak merusaknya. Ketika Goodyear mengambil kecelakaan itu, ia melihat bahwa campuran itu mengeras tapi masih cukup berguna. Akhirnya! Terobosan dia telah menunggu! Karetnya vulkanisir digunakan dalam segala hal dari ban, untuk sepatu, untuk pucks hoki.

No. 7- Teflon

ย 

Setelah semua kerusakan yang telah mereka lakukan terhadap lapisan ozon, chlorofluorocarbons, atau CFC, adalah persona non grata. Kembali di tahun 1930-an, bagaimanapun, mereka (mengampuni pun) hal baru panas dalam ilmu pendingin. Muda DuPont kimia Roy Plunkett sedang bekerja untuk membuat jenis baru CFC baru. Dia punya teori bahwa jika ia bisa mendapatkan senyawa yang disebut TFE untuk bereaksi dengan asam klorida, ia bisa menghasilkan refrigerant yang ia inginkan. Jadi, untuk memulai nya percobaan Plunkett mendapat sejumlah besar gas TFE, didinginkan dan ditekan dalam tabung sehingga bisa disimpan sampai dia siap untuk menggunakannya. Ketika tiba waktunya untuk membuka kontainer dan menempatkan TFE dan asam klorida bersama-sama sehingga mereka bisa bereaksi, tidak ada yang keluar dari tabung itu. Gas telah menghilang. Hanya itu tidak. Frustrasi dan marah, Plunkett melepas bagian atas tabung itu dan menggoyangkannya. Keluar datang beberapa serpihan putih halus. Beruntung bagi semua orang yang pernah membuat telur dadar, ia tertarik dengan serpih dan menyerahkan mereka ke ilmuwan lain di DuPont

No. 8 – Coke

ย 

Ada banyak cerita makanan sengaja diciptakan: chip kentang lahir ketika masak George Crum mencoba membungkam pelanggan persnickety yang terus mengirimkan kentang goreng kembali ke dapur untuk menjadi basah, Popsicles diciptakan ketika Frank (ya, benar-benar namanya!) Epperson meninggalkan minuman di luar di malam yang dingin, dan es krim cone diciptakan pada Pameran Dunia 1.904 di St Louis. Tapi tidak ada makanan-Konvensi telah sukses sebanyak Coke. Atlanta apoteker John Pemberton mencoba membuat obat untuk sakit kepala. Dia dicampur bersama-sama sekelompok bahan – dan tidak meminta, karena kita tidak tahu, Resep masih rahasia yang dijaga ketat. Hanya butuh delapan tahun yang dijual di toko obat sebelum minuman itu cukup populer untuk dijual dalam botol.

No. 9 – Smart Dust

ย 

Kebanyakan orang akan sangat marah jika pekerjaan rumah mereka meledak di wajah mereka dan hancur menjadi sekelompok potongan-potongan kecil. Tidak begitu mahasiswa Jamie Link. Ketika Tautan sedang melakukan pekerjaan doktor dalam kimia di University of California, San Diego, salah satu chip silikon dia bekerja pada meledak. Dia menemukan sesudahnya, bagaimanapun, bahwa potongan-potongan kecil masih berfungsi sebagai sensor. The “debu pintar” sehingga membuatnya memenangkan hadiah tertinggi di Kompetisi Penemu Collegiate pada tahun 2003. Sensor ini amat kecil ini juga dapat digunakan untuk memantau kemurnian minum atau air laut, untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya atau agen biologi di udara, atau bahkan untuk mencari dan menghancurkan sel-sel tumor dalam tubuh.

No. 10 – Saccharin

ย 

Saccharin, the sweetener in the pink packet, was discovered because chemist Constantin Fahlberg didn’t wash his hands after a day at the office. Prepare to get icked. The year was 1879 and Fahlberg was trying to come up with new and interesting uses for coal tar. After a productive day at the office, he went home and something strange happened. He noticed the rolls he was eating tasted particularly sweet. He asked his wife if she had done anything interesting to the rolls, but she hadn’t. They tasted normal to her. Fahlberg realized the taste must have been coming from his hands — which he hadn’t washed. The next day he went back to the lab and started tasting his work until he found the sweet spot.

ย 

ย 

ย 

Categories: Do you know?, Pendidikan, Terbaru | Tags: , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.