Dialog Seorang Muslim Taat dengan Seorang Nasrani di akhir Tahun

Ini adalah tulisan asli saya yang pertama di blog ini. Artikel yang telah terbit sebelumnya adalah hasil editan, merangkum, ada pula yang ngopas ( maklum lah masih pemula).
Baiklah langsung saja kita kembali ke laptop ( bisa juga komputer atau handphone Anda).
Ada dua pemuda yang bersahabat walaupun mereka berbeda keyakinan.
Nasrani : “Hari ini hari natal, tapi mengapa kau tidak mengucapkan selamat Natal kepada saya?”
Muslim : “Islam melarang hal itu.”
Nasrani : “Mengapa? Katamu Islam itu menjunjung tinggi kerukunan beragama?”
Muslim : “Ya, tapi hanya terbatas untuk hal-hal yang sifatnya sosial. Kalau sudah menyangkut keyakinan (aqidah), misal ikut menunaikan ibadah agama lain, Agamaku sangat tegas melarang.”
Nasrani : emmm,… Kayaknya semua agama juga gitu. Menurutku kalau cuma ngucapin selamat Natal, gak masalah. Kan cuma kata-kata biasa. Hitung-hitung mempererat kerukunan.”
Muslim : “Maukah kamu mengucapkan dua kalimat syahadat?”
Nasrani : “Pertanyaanmu itu benar-benar konyol! jelas aku tidak mau! Agamaku tegas melarangnya!”
Muslim : “Lhoh,… Kan cuma kata-kata ‘biasa’.”
Nasrani : “Sama saja kamu menyuruhku mempercayai agamamu!
Muslim : “Tuh kan baru nyadar,….”
Nasrani : “Kamu benar, Sob. Sorry ya,…”
Muslim : “Sama-sama, Sob,….”

Pesan untuk kaum muslim : Toleransi itu ada batasnya, jangan sampai kalian kehilangan aqidah kalian.
Pesan untuk kaum Nasrani : Jika ada umat Islam yang tidak mau mengucapkan selamat Natal atau selamat Tahun Baru, bukan berarti mereka membenci kalian. Mereka hanya ingin menjaga agamanya. Jika kalian meminta atau bahkan memaksa teman-teman kalian yang muslim untuk mengucapkan selamat Natal, berarti kalian telah melanggar ketetuntuan toleransi beragama karena MENGGANGGU aqidah mereka. Coba bayangkan jika hal sebaliknya terjadi. Relakah kalian? Maukah kalian?
Keep in peace!

Iklan
Categories: Do you know?, opini, Pendidikan, Terbaru | Tag: , | 13 Komentar

Navigasi pos

13 thoughts on “Dialog Seorang Muslim Taat dengan Seorang Nasrani di akhir Tahun

  1. Rokhim

    aku setuju,
    toleransi emang ada batasnya,…

  2. ceritany bgus gan…apalagi hikmahny

  3. trimakasih,

  4. ini pasti cerita terinspirasi oleh fatma MUI…betul gak gan? sama gan ane juga pemula belajar menulis…

  5. makasih kunjungannya. saya dapat inspirasi dari sebuah artikel di media Islam online,

  6. kalo ngucapin selamat natal memangnya jadi Kristen ya?

    :mrgreen:

  7. lili's

    wisssssssh bagus banget gan.. ane suka postnya

  8. Menurut saya mengucapkan selamat Natal gpp, meungucapkan selamat puasa pada agama kristen aja gpp!
    tapi Nice lah postingnya!
    Selamat tahu nbaru sobat~
    Semoga sudi berkunjung ke Habitat saya

  9. Assalamu alaikumm…..
    Postingan yg bagus gan.
    Tapi menurut saya, itu tdk melanggar toleransi beragama. Karena secara logika, kita tdk berubah keyakinan saat mengucapkan selamat natal. iyaakan? sy jg gak setuju dengan analogi antara dua kalimat syahadat sama mengucapkan selamat natal. Jelas ini dua hal yg berbeda. Kita tau klo kalimat syahadat itu artinya kan mengakui ke-esa-an Allah dan mempercayai bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, sedangkan selamat natal kan cuma ucapan doang.

  10. “selamat natal ‘cuma ucapan doang'”, lalu apa 2 syahadat td bukan ‘ucapan doang’?
    Jika seorang nonmuslim mengucapkan syahadatain, berarti ia mengakui ketauhidan Allah dan Nabi Muhammad sbg rasulNya. Nah kalo seorang nonnasrani mengucapkan selamat natal, berarti ia MENGAKUI kebenaran ajaran Nasrani yg mengatakan ‘tuhan’ Yesus (anak tuhan Bapa) lahir di hari natal. Karenanya muslim dilarang mengucapkan selamat natal (karena mengingkari ajaran ‘KeESAan Allah’).
    Demikian hemat saya, seblumnya makasih agan dah mau,… berkunjung,…

  11. lupa d'lupe

    Mengenai “ucapan” sebenarnya luas makna dari penggunaanya. Contoh kasus diatas bagus untuk pendalaman juga. Kosakata “Selamat natal” menurut saya mempunyai sifat arti kata “toleransi kerukunan” sama halnya juga ketika rekan atau atasan “mengucapkan Selamat idul fitri” walaupun mereka kristen. Diluar konteks yang ucapan doang yang bersifat “Ungkapan” kita liat “tindakan”. Contoh: Polisi yang mengerahkan personilnya(muslim) di gereja saat perayaan natal apakah bisa/boleh kita vonis sebagai “murtad”?? Atau contoh: sebaliknya kristian yang melakukan sumbangan aksi peduli kepada sebagian yang adalah muslim bisa divonis sebagai “mualaf”??
    Mengenai “ucapan” Syahadat dalam 2 kalimat merupakan “kesaksian seseorang menjadi muslim”. Ucapan/kata “saksi” mempunyai sifat “percaya dengan sungguh-sungguh”. Kandungan syahadat berisi “ikral,sumpah dan janji”. Dan di kristen ikral,sumpah dan janji dilakukan dengan istilah pembaptisan.
    Dialog diatas mengunakan contoh kasus pembanding yang kurang bersifat sama. Tapi yang menarik dan saya setuju banget ini:

    Muslim : “Ya, tapi hanya terbatas untuk hal-hal yang sifatnya “SOSIAL”. Kalau sudah menyangkut keyakinan (aqidah), misal ikut menunaikan ibadah agama lain, Agamaku sangat tegas melarang.”

    As-salam alaykum,

  12. Wal

    Assalamu’alaikum,

    Ucapan “selamat” sama artinya dengan sebuah “pengakuan”….. Ini ada penjelasan yg bagus…. Lengkap dg dalil2.

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/status-facebook/363-dibalik-ucapan-selamat-hari-natal

    Menafsirkan agama tidak boleh dg logika masing2, karena hal tsb akan melahirkan solusi yg berbeda-beda. Islam itu sudah sempurna, begitu dijelaskan Allah dlm ayat Al-Quran yg diturunkan terakhir di Mekah, surat Al Maidah ayat 3.

    Ibadah dalam Islam adalah ibadah tauqifiyah.
    “Ibadah adalah tauqifiyah” adalah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat ketetapannya dalam nash-nash syar’i (Al-Qur’an dan sunnah) bahwa itu ibadah yang telah Allah Ta’ala syariatkan.

    Wassalam.

  13. HM. Deddy Suryana

    Ass.wr.wb.
    Andaikata benar bahwa Nabi Isa AS terlahir pada tanggal 25 Desember hal itu tidak masalah karena Islampun mewajibkan beriman kepada para nabi.
    Namun, diantara kaum Nasrani sendiri masih terjadi silang pendapat antara Katolik dan Protestan.
    Hj. Irenne mantan biarawati menjelaskan bahwa tgl 25 Desember adalah hari lahirnya dewa matahari. Jadi jika Islam mengucapkan selamat natal artinya membenarkan bahwa Isa AS adalah putra dewa matahari.
    Silahkan search perihal sejarah 25 Desember sebelum berkomentar.
    Wassalam

silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: